Semangat Berkarya Pengurus SoyBeaN Indonesia 2024-2029!

Kami mengucapkan semangat berkarya kepada Pengurus SoyBeaN Indonesia periode 2024–2029!

Dengan komitmen yang kuat serta semangat untuk tetap berkarya, kami percaya, dengan kepengurusan baru ini, SoyBeaN Indonesia akan semakin maju dan aktif dalam mengedukasi masyarakat serta mendukung inovasi dan pengembangan produk pangan berbasis kedelai di tanah air.

Semoga periode baru ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jaringan, dan menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, industri, dan lingkungan.

Semangat berkarya dan sukses selalu untuk seluruh pengurus SoyBeaN Indonesia!

Ucapan Terima Kasih dari SoyBeaN Indonesia

Kami, Indonesia Soyfood and Beverage Network (SoyBeaN Indonesia), mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan kami selama periode kepengurusan 2019–2024.

Kontribusi, kerja sama, dan dedikasi yang diberikan oleh semua pihak telah menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi dan misi kami untuk mendukung pengembangan produk pangan berbasis kedelai di Indonesia.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru untuk periode 2024–2029, kami berharap silaturahmi dan kolaborasi yang baik ini akan terus terjalin di masa mendatang.

Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan Anda. Mari bersama-sama melangkah menuju masa depan yang lebih baik untuk industri pangan berbasis kedelai di Indonesia.

Salam hangat,
Indonesia Soyfood and Beverage Network (SoyBeaN Indonesia)

STRUKTUR ORGANISASI 2019-2024

Dewan Pembina

  • Prof. Made Astawan (FTI)
  • Prof. Purwiyatno Hariyadi (IPB/CAC)
  • Mr. Farhan Rio Gunawan (AKINDO)
  • Mr. Adhi S. Lukman (GAPMMI)
  • Drs. H. Aip Syarifuddin (GAKOPTINDO)
  • Dr. Dadi Maskar (USSEC)

Ketua

Prof. Ahmad Sulaeman

Sekretaris Jendral

Dr. Ardiansyah

Bendahara

Intan Kusumawati

Departemen Humas dan Pembinaan Konsumen

  • Mr. Deddi Chandra Wibowo (TempeLand)
  • Mrs. Lira Oktaviani (Milko)
  • Mrs. Lira Felanesa (INAVIGA Indonesia)
  • Mrs. Anita (Amerta Otsuka)

Departemen Pembinaan IKM & UMKM

  • Mr. Cucup Ruhiyat (FKDB)
  • Dr. Susianto (Indonesia Vegetarian Society)
  • Mr. Muhammad Ridha (USSEC)
  • Dr. Suliantari (IPB)
  • Mr. Hermawan Seftiono(Universitas Trilogi)

Departemen Regulasi dan Advokasi

  • Mr. Hairudin Ali (FKS Multi Agro)
  • Dr. Budi Setiawan (Dep Gizi Masyarakat FEMA IPB)
  • Mr. Indrayana Jap (Indofood)
  • Mrs. Irene Triyanti Hadiprodjo (Nutrifood)
  • Dr. Rahmawati (Universitas Sahid)

Departemen Kemitraan dengan Stakeholder

  • Mr. Sukhaeri, SP., SE. (RTI)
  • Mr. Handy Widjaya (Warung Tahu)
  • Mr. Ibnu Edy Wiyono (USSEC)
  • Mr. Irianton Dealy (Futami Food & Beverages)

Departemen Riset dan Pengembangan

  • Dr. Zuraidah Nasution (Dep Gizi Masyarakat FEMA IPB)
  • Martini Yuliana (Warung Tahu)
  • Hendry Noer Fadlillah, STP. MP. (IULI/INAVIGA Indonesia)
  • Dr. Wahyudi David (Universitas Bakrie)

Peranan Kedelai dalam Pemenuhan Gizi dan Tantangan Keamanan Pangan

Disampaikan dalam pembukaan Focus Group Discussion 12 Juni 2024 oleh Prof. Ahmad Sulaeman

Kedelai adalah salah satu produk pertanian yang telah diakui dunia sebagai makanan berkelanjutan. Kedelai merupakan bahan pangan yang diharapkan dapat menjawab tantangan globalisasi, perubahan iklim global, dan perubahan tren penyakit di masa kini. Kita tahu bahwa produk berbasis kedelai telah secara nyata memberikan kontribusi signifikan dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

Di tengah kurangnya produksi daging, susu, dan produk protein hewani lainnya, kebutuhan akan kedelai dapat memenuhi kebutuhan protein. Kedelai mengandung komponen gizi yang lengkap dengan protein tinggi, asam amino yang relatif lengkap, serta kualitas protein yang setara dengan kasein. Selain itu, kedelai juga mengandung asam lemak esensial yang dibutuhkan tubuh, mineral, dan vitamin B12 yang tidak ditemukan pada pangan nabati lainnya. Kedelai juga mengandung banyak komponen lain yang diperlukan untuk hidup sehat.

Pada pertengahan 2019, dari workshop produk kedelai, kami mendeklarasikan jejaring makanan dan minuman berbasis kedelai di Indonesia. Tujuannya adalah bagaimana kedelai sebagai superfood dapat terus membantu mengatasi permasalahan gizi di Indonesia.

Di saat negara lain mulai menyadari betapa baiknya produk kedelai, Indonesia sebenarnya telah menggunakan kedelai sejak lama. Bagaimana kita bisa memperbesar peranan kedelai dalam memenuhi kebutuhan gizi yang semakin sulit dipenuhi?

Namun, kepercayaan masyarakat terhadap kedelai juga menghadapi banyak tantangan seperti masalah formalin dan higienitas. Ini menjadi pekerjaan besar bagi kita untuk mengelola kedelai dengan baik. Sebagian besar kedelai memang diimpor, namun ini bukan masalah karena kebutuhan kita yang sangat besar. Tanpa impor, kita tidak akan bisa memenuhi kebutuhan kedelai, dan harga tempe serta tahu bisa lebih mahal dari daging. Yang penting adalah kita memproduksi kedelai di dalam negeri, seperti halnya mi instan yang bahan bakunya diimpor tetapi diproduksi di dalam negeri.

Oleh karena itu, siapa saja yang memproduksi bahan pangan wajib menghindari risiko bahaya yang bisa mengancam kesehatan manusia, wajib memenuhi persyaratan sanitasi, dan wajib menjamin keamanan pangan. Inilah alasan dibentuknya Soybean Indonesia, untuk menjawab bagaimana memenuhi undang-undang tersebut.

Masalah keamanan pangan masih terus bermunculan, seperti adanya kerikil di tempe. Ini perlu penanganan khusus. Kita perlu memberikan pelatihan dan informasi tentang produksi tahu, susu kedelai, dan produk lainnya yang aman. Sejalan dengan undang-undang perizinan industri kecil, kita dapat memeriksa nomor registrasi PIRT ke Dinkes, dan sekarang juga bisa ke BPOM. Namun, masalah ini masih berulang setiap tahunnya dan kita masih sulit menjangkau lebih dari 200.000 industri produk kedelai.

Sebagai pelaku industri, kita harus melewati banyak instansi, setidaknya lima. Jika mengimpor, kita harus menghadapi permentan, pengawasan keamanan pangan untuk pemasukan pangan segar asal hewan dan tumbuhan. Setiap produk yang masuk ke Indonesia harus diperiksa satu per satu oleh badan karantina. Sejak 2004, keamanan pangan bisa diverifikasi di luar negeri sehingga saat masuk Indonesia hanya perlu memeriksa dokumen saja.

Produk hasil rekayasa genetika harus lolos penilaian Komisi Keanekaragaman Hayati Genetik di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mencakup keamanan hayati, pangan, pakan, dan lingkungan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengharuskan produk segar untuk mendapatkan nomor registrasi dan kode pangan luar dan dalam negeri. Untuk bisa diedarkan, produk harus diregistrasi ke BPOM jika berisiko tinggi, jika tidak bisa ke Dinkes saja. Sebelum ke BPOM, harus ke BPJPH untuk mendapatkan sertifikasi halal.

Jadi, bagaimana agar kita bisa dibantu? Kita ingin produk makanan bergizi, jangan sampai alur-alur tersebut menjadi hambatan. Tempe, sebagai warisan budaya dunia yang akan diresmikan oleh UNESCO pada 2025, perlu didukung dengan meningkatkan produksi kedelai dalam negeri.

Mari kita diskusikan bagaimana masing-masing instansi bisa berkolaborasi untuk memenuhi tujuan utama, selaras dengan kondisi di lapangan. Dengan harapan, kita juga bisa mengatasi stunting, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi penggunaan BPJS di masa depan. Semoga kita semua sehat selalu.

Keamanan Pangan Berbasis Kedelai di Indonesia: Tantangan dan Solusi

Pada tanggal 12 Juni 2024, berlangsung Focus Group Discussion (FGD) mengenai keamanan pangan pada industri pangan berbasis kedelai di Indonesia. Acara ini diadakan di IPB International Convention Center dan dimoderatori oleh Prof. Dr. Ardiansyah. Diskusi ini menyoroti pentingnya kedelai sebagai produk pangan berkelanjutan dan tantangan yang dihadapi dalam memastikan keamanannya.

Pembukaan oleh Prof. Ahmad Sulaeman

Prof. Ahmad Sulaeman, Ketua Soybean Indonesia dari IPB University, membuka diskusi dengan menekankan peran penting kedelai dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Kedelai dikenal sebagai superfood yang dapat menjawab tantangan global seperti perubahan iklim dan tren penyakit. Namun, tantangan dalam produksi dan keamanan pangan kedelai, termasuk isu formalin dan higienitas, memerlukan perhatian khusus.

Paparan BPOM RI

Ema Setyawati dari BPOM RI membahas pendekatan keamanan pangan berbasis risiko. BPOM menekankan pentingnya rantai pangan yang aman dari hulu hingga hilir, serta pentingnya sistem pengawasan yang baik. BPOM juga mengidentifikasi beberapa faktor risiko seperti budaya keamanan pangan yang belum matang dan perlunya dukungan pemerintah di area tertentu.

Peran Badan Karantina

Abdul Rahman dari Badan Karantina menyoroti peran penting karantina dalam menjaga keamanan pangan dan pakan. Dengan pendekatan sistematis, Badan Karantina memastikan produk yang masuk ke Indonesia aman melalui pre-shipment inspection dan monitoring pasca-masuk.

Peran Bapanas

Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang dibentuk pada tahun 2021, menggantikan Badan Ketahanan Pangan, memiliki tugas utama menjalankan fungsi pemerintahan di bidang pangan. Bapanas memastikan regulasi keamanan pangan terpenuhi, termasuk label pangan yang harus memenuhi standar sanitasi dan hygiene.

Peran BPKN

Lusiana Dwiyanti dari BPKN menekankan pentingnya perlindungan konsumen dalam konteks keamanan pangan. Banyak pengaduan terkait keamanan pangan yang diterima oleh BPKN, menunjukkan masih adanya tantangan dalam praktik higienitas di lapangan.

Kesimpulan

Diskusi ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai instansi untuk memastikan keamanan pangan berbasis kedelai. Dari BPOM, Badan Karantina, Bapanas, hingga BPKN, semua memiliki peran vital dalam menciptakan sistem keamanan pangan yang komprehensif dan efektif. Diharapkan dengan upaya bersama, produk kedelai dapat terus berkontribusi positif dalam pemenuhan gizi masyarakat Indonesia sekaligus menjaga keamanan pangan.

Audiensi Bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)

Audiensi dan presentasi ini dilakukan bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kementerian Agama (Kemenag), dan Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (KKH PRG) untuk melakukan pertemuan guna penjajakan sinergi Jaminan Produk Halal (JPH) sekaligus Edukasi dan Advokasi terkait Produk Rekayasa Genetik (PRG) termasuk kedelai.

Audiensi dihadiri oleh Ketua Komisi KKH PRG yaitu Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya, M.Sc, Ketua SoyBeaN Indonesia yang juga merupakan anggota Komisi KKH PRG Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, Ketua Halal Center UGM Dr. Lily Arsanti Lestari, S.T.P., M.P, tim sekretariat KKH PRG, dan Komite Eksekutif – Masyarakat Bioteknologi Pertanian Indonesia (MASBIOPI) Bpk. Sidi Asmono. Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan expert meeting SoyBeaN Indonesia bersama BPJPH yang telah dilaksanakan pada Senin, 20 Maret 2023.

Kepala BPJPH Dr. Muhammad Aqil Irham, M.Si mengatakan pertemuan tersebut penting dilakukan mengingat perkembangan teknologi rekayasa genetik yang berkembang pesat berkaitan erat dengan produk yang beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya produk pangan. Dan tahun ini adalah tahun mandatory di mana produk rekayasa genetik berkaitan erat dengan kelompok produk makanan yang wajib bersertifikat halal mulai Oktober 2024. Menurut kepala BPJPH Dr. Muhammad Aqil Irham, M.Si auditor halal perlu melakukan pengujian terhadap produk rekayasa genetik sehingga perlu kajian lanjut bersama tim khusus dari orang-orang di bidangnya (kimia dan biologi) untuk mengidentifikasi produk yang berasal dari rekayasa genetik serta alat ujinya.

“Sinergi ini merupakan bagian dari upaya BPJPH untuk terus responsif dalam menjawab kebutuhan dunia usaha untuk dapat memastikan proses produksi yang dilakukan dapat memenuhi Standar Jaminan Produk Halal yang ditetapkan oleh Pemerintah.”

Ketua KKH PRG Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya, M.Sc mengungkapkan komitmen KKH PRG dalam mendukung program penyelenggaraan JPH yang dijalankan oleh BPJPH. Di katakannya, Pemerintah hadir dalam rangka mewujudkan perlindungan, baik melalui sertifikasi halal maupun keamanan hayati.

Menurut ketua KKH PRG Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya, M.Sc masih banyak yang salah faham atau konotasi negatif mengenai produk rekayasa genetik. Padahal keberadaannya sangat bermanfaat bagi kebutuhan manusia saat ini, bahkan sejak dulu. Misalnya mendukung ketahanan pangan melalui rekayasa varietas unggul, penyediaan pangan untuk meningkatan zat gizi untuk mendukung program stunting, dan memenuhi kebutuhan pasar. Oleh karena itu, kolaborasi antara pihak melibatkan pakar dan pemerintah sangat penting untuk meluruskan pemahaman ini sekaligus secara tidak langsung membantu kemajuan teknologi produk rekayasa genetik.

“Sinergi dengan BPJPH penting dilakukan dalam rangka mendorong kegiatan kajian terkait GMO, dengan melakukan pengembangan riset secara komprehensif. Ada 3 pilar bioteknologi, yakni bioethics, biosafety risk assessment, dan conformity Assessment.”

Selain itu, saat ini masih sering terjadi kekurangpahaman di tengah masyarakat mengenai kebermanfaatan GMO (Genetically Modified Organism) sebagai organisme yang gennya telah diubah dengan menggunakan teknik rekayasa genetika.

Pertemuan ini menyepakati sejumlah hal. Di antaranya, sinergi perlu dilakukan dalam aspek literasi, edukasi, riset, policy development, dan sharing knowledge. Termasuk, penguatan kompetensi auditor halal dalam melaksanakan pemeriksaan/pengujian kehalalan produk berbasis bioteknologi. Adapun titik kritis dari produk rekayasa genetik adalah kajian mengenai proses terbentuknya protein pengubah DNA.

Soy Entrepreneur 2 – Pelatihan Kewirausahaan Produk Olahan Kedelai – Sari Kedelai, Tahu, dan Soy Yoghurt

Pada tanggal 07 – 09 September 2021, SoyBeaN Indonesia telah berhasil menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan Soy Entrepreneur #2. Soy Entrepreneur #2 merupakan seri kedua dari kegiatan Pelatihan Kewirausahaan dari SoyBeaN Indonesia, dengan fokus pada produk pangan olahan dari kedelai seperti Sari Kedelai, Tahu, dan Soy Yoghurt.

Kegiatan Soy Entrepreneur selama 3 hari tersebut telah selesai dilaksanakan dengan sukses, dihadiri oleh 8 pembicara terkemuka, antara lain Dr. Dadi Hidayat Maskar dari USSEC Indonesia, Prof. Dr. Ahmad Sulaeman dari SoyBeaN Indonesia dan IPB, Dr. Ardiansyah dari SoyBeaN Indonesia dan Bakrie University, Hendry N. Fadlillah dari PT INAVIGA Indonesia, Ibnu Edy Wiyono dari USSEC Indonesia, Bapak Riyadin dari CV. Puspita Sari Kedele, Bapak Theovilus Liwanjaya dari Tahu Yun-Yi, dan Ibu Rini Kesenja dari CV. Murni Yummy. Pelatihan Kewirausahaan ini juga diikuti oleh banyak peserta dari berbagai kalangan dan tempat, termasuk dari luar Jawa. 🤩

Untuk Sobat Kedele yang belum mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan dari SoyBeaN Indonesia, tidak perlu khawatir karena SoyBeaN Indonesia akan membuka pelatihan kewirausahaan lagi di masa mendatang dengan tema produk olahan kedelai lainnya. 👍

#soybeans #soybeanindonesia #soyentrepreneur #pelatihankewirausahaan #soymilk #tofu #soyyoghurt

Webinar SoyBeaN Indonesia – Manfaat Konsumsi Produk Olahan Kedelai Bagi Kesehatan

SoyBeaN Indonesia kemarin telah berhasil menyelenggarakan kegiatan webinar kedua pada hari ini tanggal 04 September 2021 dengan tema Manfaat Konsumsi Produk Olahan Kedelai Bagi Kesehatan. Bagaimana pendapat teman-teman kedelai yang ikut kegiatan webinar kemarin? Semoga mendapatkan ilmu baru dan juga bermanfaat ya! 😄

Kami dari tim SoyBeaN Indonesia ingin mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah mengikuti webinar pada hari ini. Juga, terima kasih kepada para narasumber, yaitu Bapak Bambang Sutantio dari Cimory Group @indotofuhaus, dan Ibu Dr. Rita Ramayulis @ritaramayulis dari Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) yang telah berbagi ilmu dengan para peserta webinar. 👏

Tetap ikuti informasi dari kami, karena SoyBeaN Indonesia akan menyelenggarakan banyak kegiatan menarik lainnya di masa mendatang. 👍

#webinar #webinarsoybean #soybeanindonesia #soybeans #soyfood #tofu #tahu #gizikedelai #healthyfood

Webinar Nasional – Manfaat Sari Kedelai sebagai Sumber Protein Nabati untuk Kesehatan Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19

Pada hari Sabtu, 17 Juli 2021, SoyBeaN Indonesia menghadiri Acara Webinar yang diselenggarakan oleh CV. Puspita, VitcoSoya, dan Program Studi Gizi-Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan-USAHID Jakarta dengan tema “Manfaat Sari Kedelai Sebagai Sumber Protein Nabati untuk Kesehatan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19”.

Webinar ini dihadiri oleh dua narasumber:

  • Prof. Ahmad Sulaeman, Guru Besar Bidang Keamanan Pangan & Gizi-Departemen Gizi Masyarakat-Fakultas Ekologi Manusia-IPB dan Ketua SoyBeaN Indonesia, dengan materi “Kandungan Gizi Produk Kacang Kedelai dan Manfaatnya untuk Kesehatan Masyarakat”
  • Dr. Dadi Hidayat Maskar dari USSEC Soyfood Program Indonesia, dengan materi “Manfaat Minuman Sari Kedelai untuk Penguatan Kesehatan Masyarakat di Tengah Pandemi”

Tetap mengikuti informasi dari kami, karena kami masih memiliki banyak kegiatan Webinar seputar Kedelai dan Manfaat Kesehatannya untuk kedepannya. 😉

#soybeanmilk #soybeans #soybeanindonesia #soymilk #susukedelai #webinarsoybean #healthyfood #covid_19

Soy Entrepreneur – Pelatihan Kewirausahaan Bisnis Produk Olahan Kedelai – Sari Kedelai

Soy Entrepreneur adalah kegiatan Pelatihan Kewirausahaan pertama dari SoyBeaN Indonesia untuk tahun 2021, dengan tema pelatihan mengenai salah satu produk pangan olahan dari kedelai, yaitu Sari Kedelai. Kegiatan Soy Entrepreneur yang berlangsung pada tanggal 06 – 08 Juli 2021 telah berhasil dilaksanakan dengan sukses, dihadiri oleh 8 pembicara, antara lain Dr. Dadi Hidayat Maskar dari USSEC Indonesia, Prof. Dr. Ahmad Sulaeman dari SoyBeaN Indonesia dan IPB, Dr. Ardiansyah dari SoyBeaN Indonesia dan Bakrie University, Hendry N. Fadlillah dari PT INAVIGA Indonesia, M. Ridha dari USSEC Indonesia, Ibnu Edy Wiyono dari USSEC Indonesia, Dr. Fendy Susanto dari PT. Amerta Indah Otsuka, dan Bapak Riyadin dari CV. Puspita Sari Kedele. Pelatihan Kewirausahaan ini juga diikuti oleh banyak peserta dari berbagai kalangan dan tempat, termasuk dari luar Jawa dan luar negeri. 🤩

Bagi Sobat Kedele yang belum mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan dari SoyBeaN Indonesia, tidak perlu khawatir karena SoyBeaN Indonesia akan membuka pelatihan kewirausahaan lagi di masa mendatang dengan tema produk olahan kedelai lainnya. 👍

#soybeans #soybeanindonesia #soyentrepreneur #susukedelai #pelatihankewirausahaan