Panel Discussion – Kiat Sukses dan Tantangan dalam Registrasi Pangan Olahan Berbasis Kedelai

SoyBeaN Indonesia kemarin telah berhasil menyelenggarakan kegiatan Panel Discussion dengan tema “Kiat Sukses dan Tantangan Dalam Registrasi Pangan Olahan Berbasis Kedelai” pada tanggal 22 Juni 2021. Sebagai wadah penghubung antara Regulator dan UKM Kedelai di Indonesia, SoyBeaN Indonesia telah berhasil menyelenggarakan Panel Discussion antara Regulator (Badan POM) dan para pelaku UKM Tahu dan Tempe Indonesia untuk mensosialisasikan Regulasi Badan POM terkait Pangan Olahan Berbasis Kedelai kepada UKM Kedelai dan juga membahas tantangan yang dihadapi oleh UKM dalam mengurus perizinan MD oleh Badan POM.

Kami dari tim SoyBeaN Indonesia ingin mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah mengikuti Panel Discussion “Kiat Sukses dan Tantangan Dalam Registrasi Pangan Olahan Berbasis Kedelai”. Juga, terima kasih kepada para narasumber, yaitu Ibu Dra. Yunida Nugrahanti Soedarto, Apt., MP (Direktur Standardisasi Pangan Olahan) beserta Tim dari Badan POM lainnya yang telah berbagi ilmu dengan para peserta Panel Discussion. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para Panelis, yaitu Bapak Theovilus Liwanjaya dari Tahu Yun-Yi, Bapak Riyadin dari CV. Puspita Sari Kedele, Ibu Rini Kesenja dari CV. Murni Yummy, dan Bapak Cucup Ruhiyat dari Forum Komunikasi Doa Bangsa yang telah hadir pada acara kami. 👏

Tetap ikuti informasi dari kami, karena SoyBeaN Indonesia akan menyelenggarakan banyak kegiatan menarik lainnya di masa mendatang. 👍

#soybeanindonesia #soybeans #paneldiscussion #regulasibpom #panganolahan #badanpom #ukm #izinedarbpom

Webinar SoyBeaN Indonesia – Kedelai Pangan Produk Rekayasa Genetik, Regulasi dan Jaminan Keamanan Pangan

SoyBeaN Indonesia kemarin telah berhasil menyelenggarakan webinar pada tanggal 17 April 2021. Bagaimana pendapat teman-teman kedelai yang mengikuti webinar tersebut? Semoga mendapatkan ilmu baru dan bermanfaat ya! 😄

Kami dari tim SoyBeaN Indonesia ingin mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah ikut serta dalam webinar “Kedelai Produk Pangan Rekayasa Genetik: Regulasi dan Jaminan Keamanan Pangan”. Juga, terima kasih kepada para narasumber, yaitu Bapak Prof. Ir. Bambang Prasetya dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, Ibu Yusra Egayanti, S.Si, Apt, MP, dan Ibnu Edy Wiyono, MSE, yang telah berbagi ilmu dengan para peserta webinar. 👏

Tetap ikuti informasi dari kami, karena SoyBeaN Indonesia akan menyelenggarakan banyak kegiatan menarik lainnya di masa mendatang. 👍

#webinargratis #webinarsoybean #seminar #seminaronline #soybeans #bioteknologi #kedelaigmo #regulasipangan

SoyBeaN INVITRO 2 (Inhouse Training and Monitoring) for Value Add Soy Product

SoyBeaN Indonesia telah menyelesaikan penyelenggaraan In-House Training kedua (INVITRO 2) secara virtual melalui Zoom Meeting pada tanggal 9 dan 10 April 2021. In-House Training kedua ini dihadiri oleh berbagai UKM berbasis olahan kedelai, khususnya dari CV. Puspita Sari Kedele sebagai host dan juga anggota dari SoyBeaN Indonesia. Dalam penyelenggaraan kegiatan INVITRO tersebut, hari pertama dibuka untuk peserta umum, sedangkan hari kedua merupakan sesi khusus untuk host, yaitu CV. Puspita Sari Kedele. 🙂

Kegiatan In-House Training kedua ini berfokus pada pendampingan dan berbagi pengalaman terkait masalah-masalah yang dihadapi oleh para pelaku usaha produk olahan berbasis kedelai, terutama susu kedelai.

Dalam kegiatan training, acara dipandu oleh moderator, Bapak Hendry N. Fadlillah, S.TP, MP dari INAVIGA, dengan pembicara meliputi: 1) Dr. Dadi Hidayat Maskar dari USSEC, yang membahas manfaat dan kelebihan dari kedelai dan produk olahannya beserta pemahaman mengenai US Soy Assurance Protocol, 2) Prof. Ahmad Sulaeman, Ketua SoyBeaN Indonesia, yang membahas Penerapan Food Safety pada UKM, 3) Ibu Rinrin Jamrianti dari Ketua Asosiasi UMKM Indonesia, yang membahas tata cara mengurus perizinan usaha ke Badan POM, 4) Ibu Rini Kesenja, S.TP dari CV. Murni Yummy, sebagai contoh UKM yoghurt yang telah berhasil mendapatkan surat izin edar MD dari Badan POM. 🤩

Bagi para UKM berbasis olahan kedelai yang ingin mengikuti Inhouse training dari SoyBeaN Indonesia, dapat terus mengikuti informasi dari kami untuk Inhouse training selanjutnya. 😉

#soybeanindonesia #kedelai #susukedelai #soymilk #ukmindonesia #ukmsusukedelai #inhousetraining

SoyBeaN INVITRO (Inhouse Training and Monitoring) for Value Add Soy Product

SoyBeaN INVITRO (Inhouse Training and Monitoring) adalah salah satu program dari SoyBeaN Indonesia yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada peserta, terutama yang bergerak dalam usaha produk makanan olahan kedelai.

Pada tanggal 29 dan 30 Maret 2021 kemarin, SoyBeaN Indonesia telah menyelesaikan penyelenggaraan inhouse training pertama secara hybrid (virtual dan langsung) yang dilaksanakan di @yunyibogor dengan topik “Value Add Soy Product” dengan narasumber dari USSEC Indonesia, yaitu Dr. Dadi Hidayat Maskar, Ketua SoyBeaN Indonesia, Prof. Ahmad Sulaeman, dan Ketua Asosiasi UMKM Indonesia, Ibu Rinrin Jamrianti.

Training ini diikuti oleh rekan-rekan dari industri tahu dan tempe yang menyambut baik adanya inhouse training yang diselenggarakan oleh SoyBeaN Indonesia karena mereka dapat berbagi informasi dan bertanya mengenai kondisi dan masalah terkait perizinan usaha UMKM tahu dan tempe di Indonesia. 😍

Bagi teman-teman yang tertarik dalam bidang usaha produk olahan kedelai atau yang sudah membuka usaha di bidang olahan kedelai, Anda dapat mengikuti inhouse training berikutnya yang diselenggarakan oleh SoyBeaN Indonesia pada bulan April ini. Anda dapat bertanya seputar bisnis olahan kedelai dan perizinan kepada para narasumber. 😉

#soybean #soybeanfood #tofu #tempe #inhousetraining #umkm #webinar #webinarumkm

Indonesia Soy Food and Beverage Network Round Table Discussion

Round Table Discussion (RTD) SoyBEAN Indonesia dilaksanakan di ruang rapat FKS group

Terdapat 24 peserta yang hadir, terdiri dari akademisi dan pengusaha produk berbasis kedelai

Topik yang dibahas pada RTD mencakup:

  1. pembentukan struktur organisasi SoyBEAN Indonesia
  2. diskusi program SoyBEAN Indonesia
  3. presentasi program kerja dari setiap divisi
  4. dan pembahasan mengenai legalisasi SoyBEAN Indonesia

Hasil dari kegiatan RTD SoyBEAN Indonesia adalah :

  1. Visi, misi, dan struktur organisasi SoyBEAN Indonesia
  2. Pengajuan program kerja dari setiap divisi SoyBEAN Indonesia
  3. Dokumen legalisasi SoyBEAN Indonesia akan diselesaikan oleh sekretaris dan segera diajukan ke notaris

Lesson learned from The Indonesian Tempe Forum

Presented by: Prof. Made Astawan, The Indonesian Tempe Forum

Presented in: Focus Group Discussion & Declaration of Indonesia Soy Food and Beverage Network

The focus of the presentation were background of  Indonesian Tempe Forum (FTI)’s formation, explanation of  FTI’s activities, explanation of FTI’s organizational structure, and things that need to be prepared by SOYBEAN Indonesia as an organization.

The purpose of FTI’s establishment is to provide and share comprehensive information within development of tempe in the future. FTI is a non-profit organization trying to promote tempe as Indonesia’s cultural heritage

The factors that constitute the background for FTI’s formation were:

  1. The economic crisis in 2008 which caused soybean prices to soar
  2. High consumption of tempe in Indonesia. Soybean consumption in Indonesia is dominated by tempe (70%)
  3. Tempe business have a real role in alleviating poverty in Indonesia. Tempe produced by Micro small medium enterprise have net profit per business unit of Rp.100-400 thousand per day. Value added by tempe industries: IDR 37 trillion / year.
  4. The condition of unhygienic tempe producers, inefficient production processes, and low awareness of producers on new technology.

The activities carried out by FTI are as follows:

  1. Socialization and promotion of tempe consumption
  2. Speakers at various seminars
  3. Compile a module of hygienic tempe production
  4. Conducting Tempe producer training & TOT
  5. Conduct national & international seminars
  6. Take an active role in the preparation of tempe standards
  7. Propose a national tempe day
  8. Establish Indonesian tempe house
  9. Propose tempe as Intangible Cultural Heritage to UNESCO
  10. Build Tempe Land

One of the achievements of FTI is Indonesian Tempe House (RTI) which aims to be learning center on how to produce hygienic tempe through GMP (Good Manufacturing Practices) application. The certifications which RTI achieved are SNI, halal, HACCP, and MD permission.

The RTI concept has been adopted and applied in 27 provinces

Indonesia Soy Food and Beverage Network: Experiences and Lesson Learned from Similar Organization

Presented by: Prof. Ahmad Sulaeman, IPB University

Presented in: Focus Group Discussion & Declaration of Indonesia Soy Food and Beverage Network

The main topic discussed by the speaker are how and where is SOYBEAN Indonesia in the future?

Prof. Ahmad explained the things that could be learned from ARPI (Indonesia Cold Chain Association), namely:

  1. We should start from the challenges and opportunities and same intention to work together to overcome the problems.
  2. Need to hire full time person to manage the organization. This person could act as executive director who works under supervision of Board trustee
  3. Availability of secretariat, organization website, and communication networking are important to facilitate the communication, and to introduce and to report organization activities
  4. Annual general meeting need to conduct to evaluate the organization achievement and to report to the member
  5. Communication and collaboration with other related organizations like ARPI, APERINDO, GAPMMI, ILSI, etc. is very important
  6. Close relationship with government agencies like KEMENTAN, BPOM, KKH PRG, KEMENKES, and LPPOM MUI

The things that SOYBEAN Indonesia need to prepare:

  1. SOYBEAN Indonesia need to be legalized: establishment of deed and AD / ART required to be composed and ratified
  2. Develop an annual or 5-year organization program
  3. Organization should provide optimum benefit to its members by:
    • increasing effectiveness, knowledge and capability of SOYBEAN Indonesia member in producing and marketing soyfood and beverage products through various trainings, seminars and workshops about soy based products,
    • visiting / internship abroad,
    • inviting international experts for knowledge transfer related to soy processing, preserving, and packaging,
    • support local farmer in producing and developing new product from local soybean,
    • translate  and apply innovation from universities and research institutes,
    • and promote soy based products as part of healthy life.

Report from Previous Workshop on Indonesia Soy Food and Beverage Network

Presented by: Hendry Noer Fadlillah, S.TP.,M.P., INAVIGA Indonesia

Presented in: Focus Group Discussion & Declaration of Indonesia Soy Food and Beverage Network

The report on the results of previous workshops provided covers for following topics:

  1. Amount of soybean consumption and production in Indonesia
  2. Health benefits of soybean
  3. Opportunities for soybean milk products in Indonesia
  4. Trend of soybean milk products abroad
  5. Flavor technology for processing soy milk product
  6. Challenges of soy milk products in Indonesia

Besides presenting the results of previous workshop, analysis of Big Data conducted by INAVIGA Indonesia also presented at the presentation.

Results of BIG Data analysis based on search engine (Google), shows that most keywords in Indonesia regarding soybeans are soy milk, soybean, soybean benefit, benefits of soymilk.

Based on the BIG Data, it can be concluded that the keyword search for soy milk on Google generally stable (not fluctuating) and dominated about the benefits of soybeans.

Focus Group Discussion & Declaration of Indonesia Soy Food and Beverage Network

Conduct

The Focus Group Discussion & Declaration of ISBN took place in Hotel Santika’s first floor   meeting room (Cempaka room).

The number of participants present were 28 participants from industries and academics. The event was divided into 6 sessions, namely opening, introductions, presentations, focus group discussions, election of the organization’s chairman, and closing.

The speakers and the topics in presentation session are listed below: 

  1. Hendry Noer Fadlillah, S.TP.,M.P. | Topic: Report from previous workshop on Indonesia Soy Food and Beverage Network
  2. Prof. Made Astawan | Topic: Lessons Learned from The Indonesian Tempe Forum
  3. Prof. Ahmad Sulaeman | Topic: Lessons Learned from business network success stories

Coffee break and lunch were served for participants.


Activity: Opening and Welcome Speech

Presented by: Dr. Dadi Maskar, USSEC

Mr. Dadi explained the background of Indonesia Soy Food and Beverage Network (SOYBEAN Indonesia) establishment. Thailand’s success in processing imported soybeans and then exporting the processed soy based products became the initiation of SOYBEAN Indonesia’s establishment. The purpose of SOYBEAN Indonesia’s establishment is to gather stakeholders of soy based products in order to develop the business condition of soy based products in Indonesia and compete with soy based products from other countries.

Workshop on Indonesia Soy Food and Beverage Network

Kegiatan workshop dilaksanakan di ruang rapat lantai dua IPB Convention Center.

Workshop dibagi menjadi 3 sesi, yaitu:

  1. sesi presentasi
  2. sesi diskusi
  3. sesi mencicipi produk minuman berbasis kedelai

Terdapat 48 peserta dan 8 pembicara yang terdiri dari akademisi dan pengusaha produk berbasis kedelai.

Pembicara yang mengisi sesi presentasi beserta materi yang disampaikan pada presentasi dijabarkan sebagai berikut:

  1. Dr. Dadi H Maskar (USSEC, Singapore) | Topik: Opportunities for Soy Food and Beverage in Indonesia and South East Asia Region
  2. Daniel Dorje (AC Nielsen, Singapore) | Topik: Soy Beverage Products Market & Consumer Study in Indonesia-Key Findings and Insights
  3. Pauline Chan (TNP, Singapore) | Topik: Communicating Soy Goodness to Consumer Using Health Claim-Current Status and Application Process
  4. Chandra Susilo (PT Firmenich Indonesia)
  5. Adriana (PT Firmenich Indonesia) | Topik: Flavors of Soybean Beverages
  6. Ristiea Meidianti (Tetra Pak Indonesia) | Topik: Soy Beverage opportunity in Indonesia
  7. Ahmad Sulaeman (IPB University) | Topik: Initiation of Indonesia Soy Food and Beverage Network (ISBN) and Action Plan 2019-2021.

Sesi diskusi dipimpin oleh Kit Lai (Konsultan, Malaysia) yang membahas topik Kunci Indikator Pasar.

Hasil dari kegiatan workshop:

  1. Konsumsi minuman berbasis kedelai masih rendah di Indonesia, namun memiliki peluang untuk berkembang di pasar.
  2. Produk berbasis kedelai telah dikenal memiliki manfaat kesehatan. Kampanye public, promosi, dan pelabelan diperlukan untuk menyampaikan manfaat kesehatan kedelai kepada masyarakat.
  3. Tantangan yang perlu dihadapi oleh industri susu kedelai adalah masalah flavour, persepsi dan preferensi konsumen terhadap produk susu kedelai.
  4. Segmentasi produk, teknologi pengolahan terbaru, dan penggunaan media sosial untuk promosi dapat digunakan untuk mengatasi tantangan industri produk berbasis kedelai.