Workshop on Indonesia Soy Food and Beverage Network
Kegiatan workshop dilaksanakan di ruang rapat lantai dua IPB Convention Center.
Workshop dibagi menjadi 3 sesi, yaitu:
- sesi presentasi
- sesi diskusi
- sesi mencicipi produk minuman berbasis kedelai
Terdapat 48 peserta dan 8 pembicara yang terdiri dari akademisi dan pengusaha produk berbasis kedelai.
Pembicara yang mengisi sesi presentasi beserta materi yang disampaikan pada presentasi dijabarkan sebagai berikut:
- Dr. Dadi H Maskar (USSEC, Singapore) | Topik: Opportunities for Soy Food and Beverage in Indonesia and South East Asia Region
- Daniel Dorje (AC Nielsen, Singapore) | Topik: Soy Beverage Products Market & Consumer Study in Indonesia-Key Findings and Insights
- Pauline Chan (TNP, Singapore) | Topik: Communicating Soy Goodness to Consumer Using Health Claim-Current Status and Application Process
- Chandra Susilo (PT Firmenich Indonesia)
- Adriana (PT Firmenich Indonesia) | Topik: Flavors of Soybean Beverages
- Ristiea Meidianti (Tetra Pak Indonesia) | Topik: Soy Beverage opportunity in Indonesia
- Ahmad Sulaeman (IPB University) | Topik: Initiation of Indonesia Soy Food and Beverage Network (ISBN) and Action Plan 2019-2021.
Sesi diskusi dipimpin oleh Kit Lai (Konsultan, Malaysia) yang membahas topik Kunci Indikator Pasar.
Hasil dari kegiatan workshop:
- Konsumsi minuman berbasis kedelai masih rendah di Indonesia, namun memiliki peluang untuk berkembang di pasar.
- Produk berbasis kedelai telah dikenal memiliki manfaat kesehatan. Kampanye public, promosi, dan pelabelan diperlukan untuk menyampaikan manfaat kesehatan kedelai kepada masyarakat.
- Tantangan yang perlu dihadapi oleh industri susu kedelai adalah masalah flavour, persepsi dan preferensi konsumen terhadap produk susu kedelai.
- Segmentasi produk, teknologi pengolahan terbaru, dan penggunaan media sosial untuk promosi dapat digunakan untuk mengatasi tantangan industri produk berbasis kedelai.


