Keamanan Pangan Berbasis Kedelai di Indonesia: Tantangan dan Solusi
Pada tanggal 12 Juni 2024, berlangsung Focus Group Discussion (FGD) mengenai keamanan pangan pada industri pangan berbasis kedelai di Indonesia. Acara ini diadakan di IPB International Convention Center dan dimoderatori oleh Prof. Dr. Ardiansyah. Diskusi ini menyoroti pentingnya kedelai sebagai produk pangan berkelanjutan dan tantangan yang dihadapi dalam memastikan keamanannya.
Pembukaan oleh Prof. Ahmad Sulaeman
Prof. Ahmad Sulaeman, Ketua Soybean Indonesia dari IPB University, membuka diskusi dengan menekankan peran penting kedelai dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Kedelai dikenal sebagai superfood yang dapat menjawab tantangan global seperti perubahan iklim dan tren penyakit. Namun, tantangan dalam produksi dan keamanan pangan kedelai, termasuk isu formalin dan higienitas, memerlukan perhatian khusus.
Paparan BPOM RI
Ema Setyawati dari BPOM RI membahas pendekatan keamanan pangan berbasis risiko. BPOM menekankan pentingnya rantai pangan yang aman dari hulu hingga hilir, serta pentingnya sistem pengawasan yang baik. BPOM juga mengidentifikasi beberapa faktor risiko seperti budaya keamanan pangan yang belum matang dan perlunya dukungan pemerintah di area tertentu.
Peran Badan Karantina
Abdul Rahman dari Badan Karantina menyoroti peran penting karantina dalam menjaga keamanan pangan dan pakan. Dengan pendekatan sistematis, Badan Karantina memastikan produk yang masuk ke Indonesia aman melalui pre-shipment inspection dan monitoring pasca-masuk.
Peran Bapanas
Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang dibentuk pada tahun 2021, menggantikan Badan Ketahanan Pangan, memiliki tugas utama menjalankan fungsi pemerintahan di bidang pangan. Bapanas memastikan regulasi keamanan pangan terpenuhi, termasuk label pangan yang harus memenuhi standar sanitasi dan hygiene.
Peran BPKN
Lusiana Dwiyanti dari BPKN menekankan pentingnya perlindungan konsumen dalam konteks keamanan pangan. Banyak pengaduan terkait keamanan pangan yang diterima oleh BPKN, menunjukkan masih adanya tantangan dalam praktik higienitas di lapangan.
Kesimpulan
Diskusi ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai instansi untuk memastikan keamanan pangan berbasis kedelai. Dari BPOM, Badan Karantina, Bapanas, hingga BPKN, semua memiliki peran vital dalam menciptakan sistem keamanan pangan yang komprehensif dan efektif. Diharapkan dengan upaya bersama, produk kedelai dapat terus berkontribusi positif dalam pemenuhan gizi masyarakat Indonesia sekaligus menjaga keamanan pangan.



