SoyBeaN Indonesia
  • Beranda
  • Program
    • Kegiatan
  • Riset dan Inovasi
  • Keanggotaan
  • Tentang
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Article2 / Keamanan Pangan Berbasis Kedelai di Indonesia: Tantangan dan Solusi

Keamanan Pangan Berbasis Kedelai di Indonesia: Tantangan dan Solusi

June 13, 2024/in Article, Event/by admin-soybean

Pada tanggal 12 Juni 2024, berlangsung Focus Group Discussion (FGD) mengenai keamanan pangan pada industri pangan berbasis kedelai di Indonesia. Acara ini diadakan di IPB International Convention Center dan dimoderatori oleh Prof. Dr. Ardiansyah. Diskusi ini menyoroti pentingnya kedelai sebagai produk pangan berkelanjutan dan tantangan yang dihadapi dalam memastikan keamanannya.

Pembukaan oleh Prof. Ahmad Sulaeman

Prof. Ahmad Sulaeman, Ketua Soybean Indonesia dari IPB University, membuka diskusi dengan menekankan peran penting kedelai dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Kedelai dikenal sebagai superfood yang dapat menjawab tantangan global seperti perubahan iklim dan tren penyakit. Namun, tantangan dalam produksi dan keamanan pangan kedelai, termasuk isu formalin dan higienitas, memerlukan perhatian khusus.

Paparan BPOM RI

Ema Setyawati dari BPOM RI membahas pendekatan keamanan pangan berbasis risiko. BPOM menekankan pentingnya rantai pangan yang aman dari hulu hingga hilir, serta pentingnya sistem pengawasan yang baik. BPOM juga mengidentifikasi beberapa faktor risiko seperti budaya keamanan pangan yang belum matang dan perlunya dukungan pemerintah di area tertentu.

Peran Badan Karantina

Abdul Rahman dari Badan Karantina menyoroti peran penting karantina dalam menjaga keamanan pangan dan pakan. Dengan pendekatan sistematis, Badan Karantina memastikan produk yang masuk ke Indonesia aman melalui pre-shipment inspection dan monitoring pasca-masuk.

Peran Bapanas

Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang dibentuk pada tahun 2021, menggantikan Badan Ketahanan Pangan, memiliki tugas utama menjalankan fungsi pemerintahan di bidang pangan. Bapanas memastikan regulasi keamanan pangan terpenuhi, termasuk label pangan yang harus memenuhi standar sanitasi dan hygiene.

Peran BPKN

Lusiana Dwiyanti dari BPKN menekankan pentingnya perlindungan konsumen dalam konteks keamanan pangan. Banyak pengaduan terkait keamanan pangan yang diterima oleh BPKN, menunjukkan masih adanya tantangan dalam praktik higienitas di lapangan.

Kesimpulan

Diskusi ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai instansi untuk memastikan keamanan pangan berbasis kedelai. Dari BPOM, Badan Karantina, Bapanas, hingga BPKN, semua memiliki peran vital dalam menciptakan sistem keamanan pangan yang komprehensif dan efektif. Diharapkan dengan upaya bersama, produk kedelai dapat terus berkontribusi positif dalam pemenuhan gizi masyarakat Indonesia sekaligus menjaga keamanan pangan.

https://soybean-indonesia.org/wp-content/uploads/2024/06/fgd_2024-06-12-22.jpg 960 1280 admin-soybean https://soybean-indonesia.org/wp-content/uploads/2021/12/logo-trans-300x105.png admin-soybean2024-06-13 12:00:352024-06-22 12:56:27Keamanan Pangan Berbasis Kedelai di Indonesia: Tantangan dan Solusi

Seminar | 24 Agustus 2024

Simposium | 13 Juli 2023

© Copyright 2026 - SoyBeaN Indonesia
  • Link to Instagram
Link to: Eksistensi Pengrajin Tempe dan Tahu di Indonesia Terancam, SoyBeaN Indonesia dan Gakoptindo Mengadakan Pertemuan Terkait Program-Program dalam Mendukung Kemajuan Pengrajin/Industri Tempe dan Tahu Link to: Eksistensi Pengrajin Tempe dan Tahu di Indonesia Terancam, SoyBeaN Indonesia dan Gakoptindo Mengadakan Pertemuan Terkait Program-Program dalam Mendukung Kemajuan Pengrajin/Industri Tempe dan Tahu Eksistensi Pengrajin Tempe dan Tahu di Indonesia Terancam, SoyBeaN Indonesia... Link to: Materi FGD Regulasi Keamanan Pangan Link to: Materi FGD Regulasi Keamanan Pangan Materi FGD Regulasi Keamanan Pangan
Scroll to top Scroll to top Scroll to top